Advertisement
Bisnis

Tips Mengatur Pengeluaran Keuangan Keluarga saat Lebaran

Advertisement

Lebaran itu emang momen yang ditunggu-tunggu, tapi jujur aja, kadang juga bikin dompet ngos-ngosan. Nggak heran sih, soalnya mulai dari beli baju baru, bagi-bagi THR, sampai nyiapin hidangan spesial buat keluarga, semuanya butuh budget ekstra. Makanya, banyak orang mulai cari cara buat lebih bijak dalam mengelola uang biar tetap bisa menikmati Lebaran tanpa khawatir keuangan berantakan. Salah satu kuncinya adalah punya strategi jitu dalam mengatur pengeluaran keuangan keluarga saat Lebaran, biar setelah hari raya, kondisi keuangan tetap aman dan nggak bikin stres.

Nah, sobat momoyo, pernah nggak sih ngerasa uang Lebaran selalu habis lebih cepat dari yang diperkirakan? Rasanya udah ngitung dengan matang, tapi tetep aja ada pengeluaran yang meleset. Ini karena sering kali kita cuma fokus ke kebutuhan besar kayak THR atau hampers, tapi lupa sama pengeluaran kecil yang kalau dikumpulin jumlahnya lumayan. Makanya, penting banget buat punya rencana pengeluaran yang lebih detail dan disiplin dalam menjalankannya.

Tapi tenang, kamu nggak sendirian! Banyak orang mengalami hal yang sama, dan kabar baiknya, ada cara-cara simpel yang bisa bikin pengeluaran tetap terkendali tanpa harus mengorbankan kebahagiaan Lebaran. Yuk, kita bahas bareng-bareng tips mengatur pengeluaran keuangan keluarga saat lebaran supaya momen spesial ini tetap seru tanpa bikin kantong jebol!

Tips Mengatur Pengeluaran Keuangan Keluarga saat Lebaran

Lebaran itu emang momen yang paling ditunggu-tunggu. Tapi, kalau nggak dikontrol, pengeluaran bisa jebol tanpa sadar. Dari beli baju baru, THR buat keluarga, sampai budget buat mudik, semuanya perlu diatur biar dompet nggak nangis pas Lebaran selesai. Nah, ini dia beberapa tips buat kamu biar pengeluaran tetap terkendali tanpa harus kehilangan momen spesial bareng keluarga.

Buat Anggaran dari Awal

Jangan nunggu detik-detik terakhir buat nyusun anggaran. Lebih baik dari sekarang udah mulai dihitung, berapa yang bakal keluar buat kebutuhan Lebaran. Mulai dari belanja baju, makanan, THR, sampai biaya mudik kalau ada. Kalau bisa, bikin kategori pengeluaran supaya lebih gampang mantau uangnya lari ke mana aja.

Misalnya:

  • THR keluarga (orang tua, keponakan, ART, dll)
  • Belanja keperluan rumah (kue, sembako, lauk-pauk khas Lebaran)
  • Transportasi dan akomodasi mudik
  • Dana darurat (buat jaga-jaga kalau ada pengeluaran tak terduga)
Baca juga:  Cara Aktivasi Rekening Pip 2025 Untuk Pelajar

Kalau udah ada breakdown kayak gini, kamu bakal lebih mudah nyesuain mana yang bisa ditekan biar pengeluaran nggak membengkak.

Utamakan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Godaan belanja pas Lebaran itu luar biasa, apalagi kalau banyak diskon. Tapi, bedain dulu antara kebutuhan dan keinginan. Butuh baju baru atau cuma pengen tampil kece? Perlu kue kering banyak atau sekadar gengsi karena tetangga juga beli?

Jangan sampai karena pengen borong ini-itu, kamu malah ngorbanin keuangan setelah Lebaran. Mending fokus ke yang esensial aja. Kalau baju tahun lalu masih bagus, kenapa harus beli baru?

Manfaatkan Promo dan Diskon

Siapa sih yang nggak suka diskon? Apalagi pas Ramadan banyak banget promo mulai dari marketplace sampai supermarket. Ini bisa jadi trik biar pengeluaran tetap aman. Tapi ingat, jangan tergoda beli barang yang sebenarnya nggak kamu butuhin cuma karena murah.

Misalnya, kalau kamu butuh kue Lebaran, coba cari yang promo beli satu gratis satu atau diskon khusus member. Kalau belanja online, manfaatin cashback atau free ongkir biar lebih hemat.

Jangan Lupa Simpan Dana Darurat

Nggak ada yang tahu apa yang bakal kejadian setelah Lebaran. Bisa aja ada pengeluaran tak terduga seperti servis kendaraan setelah mudik atau biaya kesehatan kalau kecapekan. Makanya, selalu sisihin dana darurat minimal 10% dari total anggaran Lebaran.

Buat Daftar THR dengan Bijak

Bagi-bagi THR itu emang tradisi, tapi bukan berarti harus berlebihan. Sesuaikan nominal THR dengan kondisi keuangan kamu. Kalau tahun lalu ngasih Rp100 ribu per orang, tapi tahun ini budget lagi ketat, nggak ada salahnya kasih lebih kecil atau cari alternatif lain seperti hampers kecil.

Baca juga:  Cara Bayar Tagihan Shopee PayLater Sebelum Jatuh Tempo

Bisa juga ganti THR dengan bentuk lain yang lebih bermanfaat, misalnya beli keperluan sekolah buat keponakan atau kasih voucher belanja. Intinya, tetap berbagi tapi nggak bikin kamu boncos.

Siapkan Budget Mudik yang Realistis

Kalau tahun ini kamu mudik, hitung semua biaya dari sekarang. Tiket transportasi, bensin kalau pakai kendaraan pribadi, biaya tol, makan di perjalanan, dan penginapan kalau perlu. Jangan lupa cek harga tiket lebih awal, siapa tahu masih bisa dapat yang lebih murah.

Buat yang naik kendaraan sendiri, cek kondisi mobil atau motor sebelum mudik biar nggak ada biaya tambahan gara-gara mogok di tengah jalan. Lebih baik servis dulu daripada keluar biaya lebih besar buat perbaikan mendadak.

Beli Kado atau Hampers Secara Kolektif

Kalau kamu punya keluarga besar dan biasa kasih hampers atau kado, coba cara ini biar lebih hemat. Beli hampers bareng-bareng dengan saudara atau teman-teman, jadi harganya bisa lebih murah karena beli dalam jumlah banyak.

Misalnya, kamu dan kakak-kakakmu patungan buat beli hampers buat keluarga besar. Selain lebih hemat, juga nggak perlu repot masing-masing cari barang.

Gunakan THR dengan Cerdas

Kalau kamu dapat THR dari kantor, jangan langsung dihabisin buat belanja. Sebisa mungkin alokasikan minimal 30% buat tabungan atau investasi. Ingat, setelah Lebaran ada kehidupan yang harus tetap berjalan, dan kamu butuh dana buat keperluan lain.

Kalau bisa, gunakan THR buat hal yang produktif, misalnya bayar cicilan KPR atau top-up dana darurat. Biar setelah Lebaran, kondisi finansial kamu tetap aman dan nggak ngos-ngosan.

Cari Alternatif untuk Silaturahmi

Kalau tahun-tahun sebelumnya kamu biasa traktir makan atau bawa oleh-oleh banyak pas silaturahmi, coba cari cara lain yang lebih hemat. Bisa aja ganti dengan bawa makanan buatan sendiri atau sekadar bawa buah tangan kecil tapi bermakna.

Baca juga:  Ini Nomor Seri Koin Jagat Yang Sudah Ditemukan dan Belum, Cek!

Bukan berarti pelit, tapi lebih ke efisiensi biar nggak ada pemborosan yang nggak perlu. Toh, yang penting dari Lebaran itu kebersamaan, bukan seberapa mahal oleh-oleh yang kamu bawa.

Jangan Tergoda Hutang Konsumtif

Hindari pakai kartu kredit atau pinjaman online buat menutup pengeluaran Lebaran. Lebaran cuma sebentar, tapi cicilan bisa jadi beban berkepanjangan kalau kamu nggak hati-hati.

Kalau memang harus berhutang, pastikan buat sesuatu yang produktif, bukan sekadar konsumtif. Misalnya, kamu pinjam uang buat modal bisnis kecil setelah Lebaran, bukan buat beli gadget baru cuma karena diskon.

Penutup

Ngatur pengeluaran keuangan keluarga saat Lebaran emang PR banget, guys. Godaan diskon, hampers lucu, sampe THR yang seolah ngajak buat dibelanjain semua, nggak heran kalau dompet bisa jebol tanpa sadar. Tapi kalau udah tahu cara atur budget dari awal, Lebaran bisa tetap seru tanpa bikin kantong nangis di akhir bulan. Sobat Momoyo, intinya sih, yang penting punya rencana dan nggak kalap sama keinginan sesaat.

Jadi, mulai sekarang coba deh bikin daftar prioritas, pisahin uang untuk kebutuhan utama, dan kalau perlu pakai sistem amplop biar lebih terkontrol. Nggak ada salahnya juga belajar dari tahun-tahun sebelumnya, mana yang bikin boros dan mana yang bisa dipangkas. Yang jelas, Lebaran harusnya bikin bahagia, bukan malah stres mikirin tagihan setelahnya. Yuk, coba praktikkan tipsnya dan rasain sendiri bedanya!

momoyo

“Memiliki pengalaman dalam pengolahan konten di website dan media sosial di salah satu perusahaan startup selama 10 tahun. Dengan daya kreativitas dan keterampilan menulis yang baik, mampu menyusun artikel, iklan, poster, dan pengumuman yang menarik menggunakan keterampilan menulis sehingga dapat meningkatkan traffic ke situs web perusahaan.”