Advertisement
Bisnis

Memulai Usaha? Ini Cara Buat Produk yang Disukai Konsumen

Advertisement

Cara Buat Produk yang Disukai Konsumen – Mau mulai usaha? Pastikan dulu satu hal penting: produk yang disukai konsumen. Soalnya, sehebat apa pun strategi promosi atau secanggih apa pun proses produksi kamu, kalau produkmu nggak menarik di mata pembeli, ya percuma. Jadi, sebelum buru-buru cetak logo atau bikin akun jualan, yuk kita bahas gimana cara buat produk yang nggak cuma oke di mata kamu, tapi juga bikin konsumen jatuh cinta.

Nah, di artikel ini kita bakal fokus ke produk dulu. Kenapa? Karena banyak banget, nih, sobat Momoyo yang semangat jualan tapi masih bingung gimana cara bikin produk yang bener-bener diminati. Proses produksi dan strategi promosi juga penting, tapi kalau produknya aja nggak sesuai dengan selera pasar, promosi seheboh apa pun bisa jadi mubazir. Makanya, sebelum lanjut ke langkah berikutnya, kita bahas dulu dari akarnya: bikin produk yang dicari konsumen!

Aku bakal kasih contoh dari pengalaman pribadi pas bantu temen merintis usaha makanan kekinian. Nggak ada teori ribet atau istilah bisnis yang bikin pusing, santai aja. kita bahas yang simpel tapi manjur. Yuk, langsung aja kita kupas tuntas gimana memulai usaha? ini cara buat produk yang disukai konsumen.

Menentukan Produk yang Punya Daya Tarik di Pasar

Jadi gini, kalau kamu memulai usaha, ini cara buat produk yang disukai konsumen yang pertama: pastikan produknya memang dibutuhkan. Banyak orang bikin produk cuma karena mereka suka atau karena ikut-ikutan tren, tapi lupa riset apakah pasar benar-benar butuh barang itu. Ujung-ujungnya, produk numpuk di gudang, nggak laku-laku.

Baca juga:  Trik Bikin Meta Ai Jadi Mesin Cuan Simpel Dan Efektif

Kuncinya ada di dua hal: solusi dan value. Produk harus bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi konsumen. Kalau nggak ada masalah yang diselesaikan, buat apa orang beli? Terus, produk itu juga harus punya value yang bikin orang ngerasa worth it buat beli, meskipun harganya agak mahal.

Bayangin gini, kamu jual minuman kekinian dengan topping boba spesial. Tapi kalau cuma ngandelin rasa enak doang tanpa ada sesuatu yang beda, ya bakal susah bersaing. Coba kalau kamu tawarin sesuatu yang unik, kayak packaging yang bisa dipakai ulang atau varian rasa yang cuma ada di tempat kamu? Nah, itu baru bisa menarik perhatian.

Kenapa Unique Value Proposition (UVP) Penting?

UVP ini kayak “senjata rahasia” buat produk kamu. Intinya, UVP adalah alasan kenapa orang harus beli produk kamu dibanding yang lain. Coba deh pikirin, kenapa orang lebih pilih iPhone daripada HP Android yang harganya lebih murah? Karena Apple berhasil bikin UVP yang kuat: kualitas premium, ekosistem yang seamless, dan brand image yang keren.

Biar gampang, UVP itu harus bisa menjawab pertanyaan ini:

  • Kenapa orang harus beli produk kamu, bukan yang lain?
  • Apa keunggulan utama yang nggak dimiliki pesaing?
  • Apa manfaat yang kamu tawarkan dan benar-benar dibutuhkan pasar?

Misalnya, kalau kamu jual skincare, jangan cuma fokus ke “bikin kulit glowing.” Itu udah terlalu umum. Tapi kalau kamu bisa bilang, “Pelembap ini cocok buat kulit sensitif dan bisa kasih efek soothing dalam 10 detik tanpa bikin lengket,” nah itu baru menarik!

Tes Produk ke Pasar: Jangan Takut Gagal!

Banyak pengusaha pemula takut nyobain produknya langsung ke pasar. Padahal, ini bagian paling penting! Kalau kamu memulai usaha, ini cara buat produk yang disukai konsumen selanjutnya: lakukan tes pasar lebih awal sebelum produksi besar-besaran.

Baca juga:  Aplikasi Penghasil Uang Langsung ke Rekening: 7 Platform Tercepat 2025

Caranya?

  • Jual dalam jumlah terbatas dulu – Bisa lewat pre-order atau soft launching di media sosial.
  • Minta feedback jujur dari pembeli pertama – Jangan cuma terima pujian, tapi juga cari kritik buat perbaikan.
  • Pantau reaksi pasar – Kalau banyak yang nanya atau langsung repeat order, berarti ada potensi besar.

Kalau ternyata nggak laku? Tenang, itu bukan berarti gagal total. Bisa jadi ada yang perlu diperbaiki, seperti harga, kemasan, atau cara pemasaran. Bahkan brand besar pun sering gagal sebelum akhirnya sukses.

Menentukan Harga: Mahal Boleh, Asal Sesuai Value!

Banyak orang takut pasang harga mahal karena takut nggak laku. Padahal, kalau produk kamu punya value yang tinggi, orang nggak akan keberatan bayar lebih.

Kuncinya ada di persepsi konsumen. Misalnya, kalau kamu jual kopi sachet biasa seharga Rp10.000 per bungkus, orang pasti bakal bilang mahal. Tapi kalau itu kopi premium dengan biji pilihan, ada cerita di baliknya, dan dikemas dengan desain mewah, harga Rp10.000 bisa jadi murah.

Beberapa trik buat menentukan harga:

  1. Lihat kompetitor – Jangan terlalu murah, tapi juga jangan lebih mahal tanpa alasan jelas.
  2. Fokus ke benefit, bukan cuma harga – Jelasin kenapa produk kamu layak dibeli dengan harga segitu.
  3. Gunakan harga psikologis – Contoh, Rp99.000 terasa lebih murah dibanding Rp100.000, meskipun bedanya cuma seribu.

Branding yang Kuat Bikin Produk Makin Dicari

Orang nggak cuma beli produk, tapi juga beli brand. Kalau kamu bikin produk tapi branding-nya lemah, bakal susah dikenal.

Misalnya, kalau kamu jual kaos polos, saingan kamu banyak banget. Tapi kalau kamu bikin brand dengan konsep tertentu, misalnya kaos polos berbahan premium yang adem dan anti kusut, plus ada komunitasnya, orang bakal lebih tertarik.

Coba pikirkan:

  • Nama brand yang gampang diingat
  • Desain logo dan packaging yang menarik
  • Cerita di balik brand yang bisa bikin orang relate
Baca juga:  Cara Menggunakan BCA Mobile untuk Pembayaran Tagihan

Kalau branding kamu kuat, harga mahal pun nggak masalah. Contohnya Nike, sepatu mereka mahal, tapi orang tetap beli karena brand-nya punya value yang kuat.

Pemasaran yang Tepat Sasaran

Setelah punya produk keren, tantangan berikutnya adalah gimana caranya bikin produk itu dikenal banyak orang. Percuma kalau produk bagus tapi nggak ada yang tahu.

Sekarang ini, cara paling efektif buat marketing adalah media sosial. Tapi bukan sekadar posting foto produk doang, ya. Kamu harus bisa bikin orang tertarik dan engage.

Coba trik ini:

  • Gunakan storytelling – Bikin konten yang bercerita, misalnya perjalanan kamu bikin produk.
  • Kolaborasi dengan influencer – Cari yang sesuai niche, bukan sekadar follower banyak.
  • Pakai user-generated content – Minta pelanggan posting testimoni mereka.

Inovasi Itu Wajib!

Pasar terus berubah, dan kalau kamu nggak inovasi, siap-siap ditinggal pelanggan. Kalau kamu memulai usaha, ini cara buat produk yang disukai konsumen selanjutnya: jangan berhenti di satu produk aja.

Coba kembangkan varian baru, tingkatkan kualitas, atau tambahkan fitur yang bikin produk kamu lebih menarik. Contohnya, kalau kamu jual makanan, coba tambahin menu seasonal atau kemasan edisi khusus buat event tertentu.

Brand besar kayak McDonald’s aja nggak pernah berhenti inovasi. Mereka selalu keluarin menu baru, walaupun menu lama mereka tetap laris.

Penutup

Bikin produk yang disukai konsumen tuh nggak harus ribet, guys. Intinya, jangan cuma bikin yang kamu suka, tapi pikirin juga apa yang mereka butuhin. Nggak mau kan udah capek-capek produksi, eh malah nggak laku? Sobat Momoyo, coba deh mulai dari riset kecil-kecilan dengerin keluhan orang, intip tren, atau bahkan cek kompetitor. Kadang inspirasi datang dari hal-hal simpel yang sering kita lewatin gitu aja.

Yang paling penting, jangan takut eksperimen! Kalau satu formula kurang pas, ya tweak lagi. Bisnis itu kayak masak, butuh trial and error sebelum dapet resep yang bikin nagih. Jadi, siap buat memulai usaha? Yuk, eksekusi idemu sekarang! Nggak ada yang instan, tapi kalau nggak mulai-mulai, ya bakal gitu-gitu aja.

momoyo

“Memiliki pengalaman dalam pengolahan konten di website dan media sosial di salah satu perusahaan startup selama 10 tahun. Dengan daya kreativitas dan keterampilan menulis yang baik, mampu menyusun artikel, iklan, poster, dan pengumuman yang menarik menggunakan keterampilan menulis sehingga dapat meningkatkan traffic ke situs web perusahaan.”