Advertisement
Bisnis

Jangan Asal Jalan! Ini 5 Pertimbangan Usaha Sampingan

Advertisement

Pertimbangan Usaha Sampingan – Usaha sampingan tuh emang kelihatan menggiurkan, ya. Siapa sih yang nggak kepikiran buat nambah penghasilan sambil tetap kerja? Fleksibel, bisa dijalankan dari rumah, dan kalau sukses, malah bisa jadi jalan keluar dari rutinitas kerja kantoran yang itu-itu aja. Tapi jangan salah, nggak semua usaha sampingan berujung cuan, banyak juga yang malah bikin pusing karena salah langkah dari awal.

Kemarin, sobat Momoyo, gue ngobrol sama teman lama yang baru aja kehilangan ratusan juta gara-gara usaha sampingannya ambyar. Awalnya dia tergiur janji keuntungan gede dari bisnis pertanian di luar Jawa, katanya sih untungnya bisa ngalahin bunga deposito. Tapi apa yang terjadi? Baru jalan beberapa bulan, bisnisnya mulai seret, dan dalam setahun, modal yang dia tanam lenyap nggak bersisa. Sakit? Jelas! Tapi ini bukan kasus pertama yang gue dengar.

Gue sendiri juga pernah ngalamin hal serupa. Dulu pernah diajak saudara buat buka warung bakso, niatnya sih buat investasi kecil-kecilan. Tapi karena nggak ngerti cara ngelolanya, malah berujung rugi tiap bulan sampai akhirnya tutup. Dari pengalaman sendiri dan cerita teman-teman yang lain, gue jadi sadar, sebelum terjun ke usaha sampingan, ada beberapa hal penting yang wajib dipertimbangkan biar nggak zonk. Nah, di artikel ini, gue bakal bahas 5 pertimbangan usaha sampingan yang wajib kamu pikirin matang-matang sebelum mulai!

1. Gunakan Akal Sehat

Jadi gini, guys, sebelum kamu terjun ke usaha sampingan, pastiin dulu kalau keputusan ini pakai akal sehat, bukan cuma ikut-ikutan. Banyak orang lihat temennya sukses jualan online, langsung kepikiran, “Eh gue juga mau coba!” Padahal, kalau asal jalan tanpa mikirin segala risikonya, bisa-bisa malah boncos!

Baca juga:  Mau Limit Akulaku Meningkat Cepat Begini Triknya

Misalnya, kamu mau buka usaha kopi susu kekinian karena viral. Tapi, kamu nggak riset dulu apakah pasar di daerah kamu masih tertarik atau justru udah jenuh. Akhirnya? Modal kepake, tapi usaha nggak jalan. Jadi, sebelum mulai, coba tanyain ke diri sendiri:

  • Apa alasan kamu mau usaha sampingan? Butuh tambahan duit, hobi, atau iseng aja?
  • Sudah riset belum, ada pasarnya nggak? Jangan cuma ikut tren sesaat.
  • Kesiapan mental juga penting. Siap nggak kalau nanti rugi dulu di awal?

Pakai logika. Jangan sampai karena euforia, kamu malah nyungsep di tengah jalan!

2. Kuasai Skill dan Keahlian

Ini juga penting banget. Kalau kamu nggak punya skill di bidang usaha yang mau dijalanin, siap-siap pusing tujuh keliling. Misalnya kamu pengen bisnis desain grafis, tapi nggak ngerti cara pakai Photoshop atau Canva? Ya susah juga, kan?

Atau contoh lain, kamu tertarik jualan makanan. Tapi, kalau nggak bisa masak dan nggak ngerti cara bikin makanan yang enak dan tahan lama, pelanggan bakal kecewa. Lama-lama usaha kamu bisa tenggelam.

Jadi, sebelum mulai usaha sampingan, coba pikirin:

  • Skill utama apa yang dibutuhin? Misalnya kalau mau jadi reseller, kamu harus ngerti cara jualan online yang efektif.
  • Apa kamu udah punya skill itu atau harus belajar dulu? Kalau belum, luangin waktu buat belajar biar nggak asal-asalan.
  • Bisa outsourcing atau nggak? Kalau ada bagian yang nggak kamu kuasai, bisa cari partner atau bayar freelancer buat bantuin.

Usaha sampingan yang sukses itu biasanya dijalanin sama orang yang ngerti betul bidangnya. Kalau masih meraba-raba, mending siapin dulu sebelum nyemplung.

3. Bisa Memantau Usaha dan Terlibat Langsung

Kadang ada yang mikir, usaha sampingan tuh bisa jalan sendiri tanpa harus dipantau. Faktanya? Nggak semudah itu, Ferguso! Kalau kamu nggak terlibat langsung, risiko usahanya gagal jadi lebih besar.

Baca juga:  10 Bisnis yang Menjanjikan dengan Potensi Keuntungan Besar

Misalnya, kamu buka usaha laundry tapi nyerahin semuanya ke pegawai tanpa pengawasan. Kalau pegawai kerja seenaknya, pelanggan bakal kabur. Atau kamu jualan online, tapi malas bales chat pelanggan. Ya, gimana mau laku?

Jadi, sebelum mulai usaha, coba pikirin:

  • Seberapa banyak waktu yang bisa kamu sisihkan buat usaha ini?
  • Apakah usahanya bisa jalan tanpa kamu, atau tetap butuh campur tangan langsung?
  • Kalau butuh pegawai, bisa dipercaya atau nggak?

Biar gampang, nih, coba cek tabel perbandingan usaha yang bisa dipantau langsung vs. usaha yang bisa jalan sendiri:

Jenis UsahaBisa Jalan Sendiri?Butuh Pemantauan?
Online shop (dropship)YaSedikit
Jualan makananNggakBanyak
Laundry kiloanBisa, kalau ada pegawaiSedang
Jasa desain grafisNggakBanyak
Investasi sahamYaSedikit

Nah, dari tabel itu, kamu bisa lihat kalau nggak semua usaha bisa dilepas begitu aja. Jadi, kalau kamu tipenya sibuk dan nggak bisa mantau usaha tiap hari, pilih yang memang lebih fleksibel.

4. Modal dan Keuangan Harus Jelas

Banyak orang gagal di usaha sampingan karena urusan duit nggak diatur dengan baik. Kadang ada yang semangat mulai usaha, tapi modalnya dari utang yang nggak jelas perhitungannya. Atau malah pakai tabungan tanpa bikin anggaran, akhirnya uang usaha bercampur sama keuangan pribadi.

Biar usaha nggak berantakan, coba pikirin ini dulu:

  • Modal awal butuh berapa? Jangan sampai lebih besar dari yang sanggup kamu tanggung.
  • Pakai uang pribadi atau cari investor? Kalau modal minim, coba mulai dari yang kecil dulu.
  • Sudah ada proyeksi balik modal? Jangan cuma mikirin cuan, tapi juga risiko kerugiannya.

Biar lebih jelas, ini contoh tabel estimasi modal buat beberapa jenis usaha sampingan:

Baca juga:  Cara Cepat Menemukan Koin Jagat, Sebelum Yang Lain Tahu!
Jenis UsahaModal AwalEstimasi Balik Modal
Jualan makanan kecilRp500 ribu – Rp2 juta1-3 bulan
Reseller fashionRp1 juta – Rp5 juta2-6 bulan
Freelance desainRp0 (hanya skill)1 bulan
Jasa laundry kiloanRp5 juta – Rp15 juta6-12 bulan

Kalau modalnya besar, pastiin kamu udah siap. Jangan sampai usaha malah bikin kamu terlilit utang!

5. Jangan Lupa Punya Rencana Jangka Panjang

Usaha sampingan yang sukses itu bukan yang cuma jalan sebulan-dua bulan, tapi yang bisa bertahan lama. Makanya, penting buat mikirin rencana jangka panjang, bukan cuma ngikutin tren.

Contohnya, kalau kamu mulai bisnis makanan, coba pikirin:

  • Gimana cara biar usahanya nggak tergantung tren?
  • Bisa dikembangin jadi lebih besar atau nggak?
  • Kalau udah jalan, ada strategi buat ekspansi nggak?

Nggak ada salahnya mulai dari kecil, tapi kalau nggak ada visi ke depan, nanti kamu bakal stuck. Jadi, sebelum mulai usaha, coba pikirin juga langkah-langkah buat jangka panjang.

Penutup

Jadi guys, usaha sampingan itu memang menggoda, tapi jangan asal jalan tanpa pertimbangan matang. Bukan cuma soal modal, tapi juga waktu, tenaga, dan strategi biar nggak boncos di tengah jalan. Sobat Momoyo pasti nggak mau kan ngalamin hal yang sama kayak cerita di atas? Nah, lima pertimbangan usaha sampingan yang tadi kita bahas bisa jadi bekal penting sebelum kamu terjun. Jangan cuma tergiur cerita sukses orang lain, tapi pastikan semuanya sesuai sama kondisi dan kemampuan kamu sendiri.

Kalau udah punya gambaran usaha yang cocok, sekarang saatnya eksekusi dengan cerdas! Mulai dari riset kecil-kecilan, belajar dari pengalaman orang lain, sampai nyusun strategi biar usaha kamu nggak cuma jalan, tapi juga berkembang. Jangan ragu buat mulai dari yang kecil, yang penting langkah pertama diambil dulu. Siapa tahu dari usaha sampingan, nanti malah jadi bisnis utama yang lebih cuan. Jadi, udah kepikiran mau coba yang mana?

momoyo

“Memiliki pengalaman dalam pengolahan konten di website dan media sosial di salah satu perusahaan startup selama 10 tahun. Dengan daya kreativitas dan keterampilan menulis yang baik, mampu menyusun artikel, iklan, poster, dan pengumuman yang menarik menggunakan keterampilan menulis sehingga dapat meningkatkan traffic ke situs web perusahaan.”