Advertisement
Bisnis

Cara Mengelola Pengeluaran untuk Keuangan yang Lebih Sehat

Advertisement

Cara Mengelola Pengeluaran untuk Keuangan – Pengeluaran itu sering banget luput dari perhatian, ya nggak, guys? Kita sibuk ngejar gaji, nambah penghasilan, pokoknya fokus cari duit lebih banyak. Tapi tahu nggak? Sebenarnya, cara mengelola pengeluaran dengan baik itu justru jadi kunci utama buat keuangan yang lebih sehat. Soalnya, nggak peduli seberapa besar pendapatan kamu, kalau pengeluarannya bocor terus, ya bakal susah nabung atau investasi.

Saya pernah ngerasain sendiri. Waktu anak pertama lahir, rasanya seneng banget, tapi sekaligus kaget dan agak panik. Soalnya pas dihitung-hitung, tabungan yang ada ternyata nggak cukup buat biaya sekolahnya nanti. Padahal selama ini, gaji saya naik terus, bahkan lebih tinggi dari rata-rata pasar. Nah, di situ saya mulai sadar, masalahnya bukan soal kurangnya penghasilan, tapi lebih ke cara saya ngatur pengeluaran. Dan ternyata, banyak juga sobat momoyo yang ngalamin hal yang sama!

Jadi, kalau selama ini kamu merasa gaji udah gede tapi kok tetap aja duitnya cepet habis, mungkin ini saatnya buat ngecek lagi kebiasaan finansial kamu. Karena pada akhirnya, investasi itu cuma sisa dari pendapatan setelah pengeluaran. Kalau tiap bulan duitnya abis terus, ya nggak bakal ada yang bisa diinvestasiin, kan? Nah, di artikel ini, kita bakal bahas cara mengelola pengeluaran untuk keuangan yang lebih sehat!

Kenapa Harus Peduli Sama Pengeluaran?

Serius deh, pernah nggak sih kamu ngerasa duit tuh kayak numpang lewat doang? Gajian cuma numpang salaman di rekening, terus tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Kadang kita juga suka denial, mikirnya, “Ah, nggak boros kok,” padahal tiap weekend nongkrong di kafe, beli kopi fancy, atau checkout barang-barang yang sebenarnya nggak urgent.

Baca juga:  Cara Tarik Tunai Mandiri Tanpa Kartu ATM Via Livin by Mandiri

Kalau udah gini, jangan heran kalau tabungan nggak nambah-nambah atau malah sering keteteran di akhir bulan. Makanya, ngelola pengeluaran itu penting banget buat bikin keuangan kamu lebih sehat. Tenang, bukan berarti kamu harus jadi pelit atau nggak boleh senang-senang. Ini cuma soal ngerti ke mana aja duit kamu pergi, biar nggak bocor ke hal-hal yang sebenarnya bisa dihemat.

Mulai dari Nyatet Pengeluaran

Gimana caranya? Simpel banget, catet semua pengeluaran yang kamu lakuin setiap hari. Nggak perlu ribet pakai aplikasi mahal, cukup pakai notes di HP atau buku kecil. Yang penting, kamu beneran jujur dan konsisten.

Coba lakuin ini minimal sebulan. Kalau bisa, tiga sampai enam bulan biar lebih keliatan polanya. Setelah itu, kamu bakal sadar betapa banyaknya pengeluaran kecil yang ternyata kalau dikumpulin jumlahnya lumayan bikin kaget. Ngopi tiap hari? Rp25.000 x 30 hari udah Rp750.000. Ongkos ojek online? Bisa sejuta lebih sebulan kalau bolak-balik naik tanpa mikirin opsi lebih hemat.

Kalau kamu udah tahu kebiasaan belanja dan pengeluaranmu, baru deh bisa lanjut ke tahap berikutnya: ngecek apakah pengeluaran ini lebih kecil, sama, atau malah lebih besar dari pendapatan. Kalau lebih besar, fix ada yang harus dievaluasi.

Bedah Pengeluaran: Mana yang Wajib, Mana yang Bisa Dipangkas

Setelah catatan pengeluaran kamu lengkap, coba bagi jadi beberapa kategori:

  1. Pengeluaran wajib – Tagihan listrik, air, cicilan, uang makan, transportasi pokok. Pokoknya yang kalau nggak dibayar, hidup kamu bakal chaos.
  2. Pengeluaran penting tapi bisa dihemat – Ini kayak belanja bulanan, paket internet, atau biaya transportasi. Bisa dipangkas kalau pinter cari cara hematnya.
  3. Pengeluaran hiburan/lifestyle – Nongkrong, belanja impulsif, langganan Netflix, beli game baru, atau hal-hal yang sebenarnya nggak terlalu penting tapi tetap dilakukan karena seru.
Baca juga:  Benarkah Pinjam Yuk Sebar Data? Fakta dan Cara Menghindarinya

Dari sini, kamu bisa mulai ngerombak mana yang perlu dikurangi biar duit kamu lebih efektif. Misalnya, langganan beberapa layanan streaming yang sebenarnya nggak kepake semua, atau mulai bikin kopi sendiri di rumah biar lebih hemat.

Budgeting: Biar Duit Nggak Lari ke Hal yang Nggak Perlu

Setelah tahu ke mana aja duit kamu lari, waktunya bikin budget. Budget ini semacam batasan yang bikin kamu nggak kalap belanja dan tetap bisa nabung atau investasi. Ada banyak metode budgeting, tapi yang simpel dan gampang diikutin adalah metode 50/30/20.

  • 50% buat kebutuhan pokok – Makan, transportasi, tagihan, dan semua yang wajib dibayar.
  • 30% buat hiburan dan lifestyle – Nongkrong, traveling, shopping, atau apapun yang bikin hidup lebih seru.
  • 20% buat tabungan atau investasi – Biar ada simpanan buat masa depan.

Kalau pengeluaran lifestyle kamu lebih dari 30%, mungkin ada yang perlu dikurangi. Misalnya, mulai bawa bekal ke kantor, pilih transportasi yang lebih hemat, atau batasi belanja impulsif.

Trik Biar Nggak Gampang Kalap Belanja

Godaan buat belanja itu nyata banget, apalagi kalau udah lihat diskon atau promo free ongkir. Supaya nggak gampang kebobolan, coba beberapa trik ini:

  • Jangan langsung checkout. Simpen dulu barang di keranjang, kasih waktu seminggu. Kalau setelah seminggu kamu masih butuh, baru beli. Kalau nggak, berarti cuma lapar mata.
  • Pakai uang tunai untuk pengeluaran harian. Nggak perlu tarik banyak, cukup buat sehari atau seminggu. Kalau duitnya udah habis, ya udah, stop belanja.
  • Unfollow akun-akun diskonan yang bikin laper mata. Serius, ini efektif banget. Kadang kita nggak butuh barangnya, tapi karena ada diskon, jadi kayak “harus” beli.
  • Batasi kartu kredit dan paylater. Jangan sampai malah jadi beban di bulan berikutnya. Kalau bisa bayar tunai, lebih baik.
Baca juga:  Cara Isi Saldo GoPay Lewat BSI Mobile, dan Berapa Biayanya?

Jangan Lupa, Nabung Itu Wajib!

Punya tabungan itu bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi beneran penyelamat kalau tiba-tiba ada keperluan darurat. Minimal, kamu harus punya dana darurat yang bisa nutupin biaya hidup selama 3-6 bulan.

Biar lebih gampang, kamu bisa pakai cara “bayar diri sendiri dulu” setiap kali gajian. Jadi, sebelum duit kepake buat hal lain, langsung sisihin buat tabungan atau investasi. Bisa pakai auto-debit biar nggak kelupaan.

Kalau nabung terasa berat, mulai dari nominal kecil dulu. Nggak usah langsung target jutaan, yang penting rutin. Karena yang bikin sukses bukan seberapa besar nominalnya, tapi seberapa konsisten kamu nabung.

Investasi: Biar Duit Nggak Stuck di Tabungan

Kalau tabungan udah aman, jangan biarkan duit kamu nganggur. Mulai investasi biar nilainya nggak kalah sama inflasi. Investasi nggak selalu harus modal besar kok, sekarang udah banyak opsi yang bisa dimulai dari Rp100.000 aja, kayak reksa dana atau saham.

Yang penting, sebelum investasi, pastiin kamu ngerti risikonya. Jangan cuma ikut-ikutan trend tanpa riset. Mulai dari yang rendah risiko dulu kalau masih pemula, kayak deposito atau reksa dana pasar uang.

Penutup

Pengeluaran sering luput dari perhatian kita, sibuk mengejar gaji dan pendapatan. Padahal, cara mengelola pengeluaran dengan baik itu sebenarnya kunci utama buat keuangan yang lebih sehat. Kalau nggak dikontrol, ya siap-siap aja uang habis entah ke mana, sementara tabungan dan investasi malah jalan di tempat.

Jadi, daripada tiap bulan bingung ke mana perginya uang gaji, mending mulai atur strategi dari sekarang, Sobat Momoyo! Nggak perlu ribet, cukup mulai dari hal kecil kayak catat pengeluaran atau pisahin budget buat kebutuhan dan keinginan. Intinya, kalau pengeluaran udah terkelola dengan baik, keuangan bakal jauh lebih sehat dan masa depan juga lebih aman. Yuk, mulai sekarang, jangan cuma fokus cari duit, tapi juga jaga biar nggak bocor ke hal-hal yang nggak perlu!

momoyo

“Memiliki pengalaman dalam pengolahan konten di website dan media sosial di salah satu perusahaan startup selama 10 tahun. Dengan daya kreativitas dan keterampilan menulis yang baik, mampu menyusun artikel, iklan, poster, dan pengumuman yang menarik menggunakan keterampilan menulis sehingga dapat meningkatkan traffic ke situs web perusahaan.”