Advertisement
Property

Ukuran Sloof Apa Itu? Jenis dan Kegunaanya di Konstruksi

Advertisement

Ukuran Sloof Apa Itu? – Sloof itu, guys, sebenarnya adalah salah satu elemen yang super penting dalam pembangunan rumah, terutama buat kamu yang mau bikin rumah bertingkat atau dua lantai. Tanpa sloof yang tepat, bangunan kamu bisa kehilangan kestabilan dan kekokohan, yang bisa berujung pada keretakan dinding bahkan sampai keruntuhan bangunan, lho! Jadi, sangat penting untuk memahami cara menghitung ukuran sloof rumah dua lantai dengan benar, dan pastinya memilih material yang berkualitas biar rumah kamu tetap aman dan nyaman.

Membangun rumah yang kuat dan tahan lama itu bukan hal yang gampang, ya. Ada banyak elemen konstruksi yang harus diperhatikan untuk menjaga kestabilan, dan salah satunya adalah sloof ini.

Sloof itu bagian dari konstruksi yang terbuat dari beton bertulang, yang memang dirancang khusus untuk menahan beban rumah. Biasanya, sloof ini dipasang di atas pondasi dan tertanam di dalam tanah.

Proses pembuatan sloof enggak bisa sembarangan, lho! Butuh perencanaan yang matang, teknik yang tepat, dan juga perhitungan yang akurat untuk memastikan sloof ini sesuai dengan kebutuhan bangunan kamu.

Dalam artikel ini, mimin mau menjelaskan dengan lengkap tentang apa itu sloof, fungsinya dalam struktur bangunan, cara menghitung sloof yang pas untuk rumah dua lantai, dan beberapa tips penting untuk membuat sloof agar bangunan kamu tetap kokoh dan aman.

Apa Itu Sloof ?

Sloof adalah

Sloof adalah elemen penting dalam konstruksi bangunan, terletak tepat di atas pondasi. Fungsinya sebagai penghubung sekaligus penahan beban dari dinding bangunan sangat krusial. Pada dasarnya, sloof adalah balok beton bertulang yang dipasang sejajar di sepanjang dinding, yang mana kemampuan utamanya adalah menahan beban vertikal dari struktur di atasnya, seperti lantai dan dinding, serta mendistribusikannya secara efektif ke pondasi.

Menyusul pentingnya sloof dalam pembangunan rumah, peranannya sangat vital dalam menahan beban dan posisinya yang langsung berada di atas pondasi menjadikannya salah satu elemen kunci. Perlu kamu tahu juga, ukuran sloof untuk rumah 2 lantai pastinya berbeda dibandingkan dengan rumah 1 lantai.

Kenapa begitu? Ya, karena beban yang diterima oleh rumah 2 lantai jauh lebih berat dibandingkan dengan rumah yang hanya memiliki satu lantai. Jadi, penting banget untuk melakukan penyesuaian perhitungan ukuran sloof berdasarkan jumlah lantai yang dimiliki

Baca juga:  12 Warna Cat Rumah Bagian Luar Yang Elegan dan Mewah

Fungsi Sloof Dalam Konstruksi Bangunan

Fungsi sloof ini bener-bener penting, lho! Salah satu perannya adalah sebagai pengunci dinding, sehingga saat terjadi pergeseran tanah, dinding rumah kamu enggak gampang roboh. SEnggak cuma itu, sloof juga berfungsi sebagai elemen pengikat yang membantu mengurangi panjang kolom yang ditumpu tanpa adanya penyangga. Salah satu fungsi lainnya adalah sebagai penopang dinding atau bagian partisi lainnya. Sloof juga berperan sebagai elemen pengikat untuk melindungi dari penurunan antara pondasi dan strata.

Tujuan utama dari penggunaan sloof ini adalah untuk menahan beban yang ada di atas pondasi, seperti dinding, jendela, dan kusen, supaya bisa dialirkan ke ujung-ujung sloof dan selanjutnya ke bagian pondasi. Dengan begitu, pondasi enggak langsung menerima beban dari atas.

Berikut beberapa fungsi penting dari sloof:

  • Sloof berfungsi sebagai grade beam di atas pondasi tiang untuk menyambung tiang-tiang dan menopang bangunan di atasnya.loof bisa dibilang jadi penopang yang kuat buat dinding, jadi dinding itu duduk di atas struktur yang kokoh. Dengan begitu, enggak akan ada penurunan atau pergerakan yang bisa bikin dinding rumah jadi retak atau pecah.
  • Sloof enggak menerima beban lantai dan berfungsi sebagai elemen length-breaking untuk kolom, terutama saat lantai berada di tingkat yang lebih tinggi dari ketinggian umumnya.
  • Sloof membawa kompresi aksial dengan baik.
  • Sloof mentransfer beban kasau (baik kayu atau bambu) ke kolom.
  • Sloof menghubungkan pondasi kolom atau tiang pancang untuk kekuatan yang lebih.
  • Sloof menahan tulangan longitudinal tetap pada posisinya ketika beton dicor, sehingga enggak bergeser.
  • Sloof menjaga pijakan menyebar di posisinya masing-masing saat terjadi gempa bumi, jadi lebih stabil.
  • Sloof berfungsi sebagai grade beam yang mendistribusikan kembali beban vertikal melalui momen dan geser ketika terjadi penurunan.
  • Sloof juga berfungsi sebagai pijakan untuk menopang dinding dalam atau luar.

Jenis Sloof Yang Sering Dipakai

Sloof itu ternyata ada banyak bentuk dan strukturnya, lho! Yuk, kita bahas beberapa jenis sloof yang biasa dipakai dalam proyek konstruksi bangunan di Indonesia.

1. Konstruksi Sloof Beton Bertulang

Kalau bangunan yang kamu kerjakan berupa gedung atau rumah satu lantai, sloof beton bertulang ini bisa jadi pilihan yang tepat. Sloof jenis ini biasanya diletakkan di atas pondasi dari batu kali. Ukuran tinggi atau lebar sloof beton bertulang ini bisa lebih dari 15-20 cm, jadi cukup kokoh untuk menahan beban. Seru kan?

Baca juga:  Gambar Pemandangan Alam Simple Tapi Estetik

2. Konstruksi Sloof Batu Bata

Nah, untuk yang satu ini, sloof dibuat dari susunan batu bata yang dipasang secara melintang. Ada adukan khusus yang terdiri dari campuran semen portland dan pasir dengan perbandingan 1:4, lho, untuk mengikat sloof ini. Sayangnya, konstruksi sloof batu bata ini kurang baik karena tidak bisa mendistribusikan beban dengan efektif. Makanya, harus hati-hati ya saat menggunakan jenis ini.

3. Konstruksi Sloof Kayu

Kalau kamu mau bangun rumah panggung dengan pondasi tiang kayu, sloof kayu bisa jadi pilihan yang pas. Sloof ini berfungsi sebagai balok pengapit, dan pastikan untuk memilih balok tunggal kalau sloof kayu diletakkan di atas pondasi lajur yang terbuat dari beton atau kayu. Dengan cara ini, rumah panggung kamu bisa lebih kokoh dan tahan lama.

Ukuran Sloof Untuk Rumah 1 Lantai

Setiap rumah, termasuk yang hanya memiliki satu lantai, pasti memerlukan Sloof yang super kuat agar bangunannya bisa jadi kokoh dan aman. Besi beton, yang sering kita kenal dengan sebutan besi tulangan (reinforcing bar), biasanya memiliki ukuran minimal 8 mm hingga 10 mm. Ini sangat penting, terutama untuk bangunan yang tidak menggunakan material berat. Nah, untuk besi begel, ukuran yang pas adalah 6 mm sampai 8 mm.

Eh, ada tips penting nih yang harus kamu tahu! Kalau kamu mau pasang besi begel dengan jarak 20 cm, maka kebutuhan besi begel untuk setiap 1 cm-nya itu sekitar 5 buah.

Jadi, buat kamu yang mau menghitung total kebutuhan Sloof, kamu bisa ambil total panjang Sloof dan bagi dengan jarak pemasangan, yang dalam hal ini adalah 0,2 m. Dengan cara ini, kamu bakal tahu berapa banyak besi begel yang kamu perlukan untuk membangun rumah idamanmu.

Ukuran Sloof Untuk Rumah 2 Lantai

Ketika kamu membangun rumah 2 lantai, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, terutama mengenai penguatan pada pondasi dan Sloof. Beban yang dihadapi oleh rumah 2 lantai jelas lebih besar dibandingkan dengan rumah 1 lantai, jadi harus dipikirkan dengan sangat serius. Ini penting banget supaya rumah kamu tetap aman dan kokoh.

Baca juga:  Turap Adalah? Fungsi, Jenis, dan Cara Pemasangannya

Untuk ukuran Sloof, yang biasanya dipakai dalam pembangunan rumah 2 lantai adalah 15 x 35 cm. Dengan ukuran yang lebih besar ini, otomatis, besi yang digunakan juga harus disesuaikan. Berbeda dengan Sloof pada rumah 1 lantai, tentunya.

Ketika membahas tentang besi tulangan, pastikan ukuran minimalnya 12 mm dengan total 6 batang. Untuk besi begel, umumnya menggunakan ukuran 8 mm. Nah, untuk penempatan, jarak antar besi begel di sisi tengah harus sekitar 20 cm, sedangkan di sisi tepi, jaraknya antara 10 hingga 15 cm.

Cara Hitung Kebutuhan Sloof Untuk Konstruksi

Untuk menghitung kebutuhan besi sloof, kamu perlu memperhatikan beberapa faktor penting yang meliputi diameter besi pokok, ukuran, panjang pondasi, serta jarak pemasangan tulangan begel atau sengkang. Nah, mimin bakal kasih contoh perhitungannya nih supaya lebih jelas.

Misalnya, panjang sloof yang akan digunakan adalah 120 meter, dengan standar ukuran sloof untuk rumah dua lantai yang biasanya 15 x 35 cm. Berdasarkan ukuran tersebut, kamu akan membutuhkan besi tulangan pokok berdiameter 12 mm sebanyak 6 batang, dan untuk besi sengkang ukuran 8 mm dengan jarak pasang 20 cm (0,2 m).

Jadi, untuk menghitung total kebutuhan panjang besi tulangan pokok 12 mm, tinggal kalikan panjang sloof dengan jumlah batang: 120 m x 6 batang = 720 m. Di toko, ukuran standar besi pokok biasanya 12 m per batang, jadi total kebutuhan besi batangan yang perlu kamu siapkan adalah 720 m : 12 m = 60 batang.

Selanjutnya, untuk besi sengkang 8 mm, perhitungannya adalah 120 m : 0,2 m = 600 batang. Ingat, rangkaian balok sloof bangunan akan dikelilingi oleh beton cor di semua sisi, jadi penting untuk mengukur panjangnya.

Kalau kamu pakai ukuran sloof 15 x 35 cm dan jarak bagian besi yang dibengkokkan setiap pengunci sengkang adalah 6 cm, maka ukuran bagian lebarnya bisa dihitung sebagai berikut:

  • Untuk sisi 15 cm: 15 – 6 = 9 cm
  • Untuk sisi 35 cm: 35 – 6 = 29 cm

Kalau dibentangkan, total kebutuhan besi untuk sengkang tersebut adalah (9 cm x 2) + (29 cm x 2) + 6 cm = 82 buah. Jadi, kamu bisa mempersiapkan semua bahan ini dengan mudah agar proses pembangunan berjalan lancar!

Penutup

Demikian pembahasan kali ini secara detail informasi lengkap mengenai sloof, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenisnya, hingga cara menghitung ukuran sloof yang tepat untuk rumah dua lantai. Setelah kamu memahami semua ini, kamu sudah siap untuk menentukan dan menghitung kebutuhan sloof yang pas untuk konstruksi rumahmu, sehingga rumahmu bisa jadi lebih kuat dan kokoh.

momoyo

“Memiliki pengalaman dalam pengolahan konten di website dan media sosial di salah satu perusahaan startup selama 10 tahun. Dengan daya kreativitas dan keterampilan menulis yang baik, mampu menyusun artikel, iklan, poster, dan pengumuman yang menarik menggunakan keterampilan menulis sehingga dapat meningkatkan traffic ke situs web perusahaan.”