Ukuran Besi Begel Untuk Sloof & Cara Pasangnya Yang Benar

Ukuran Begel Untuk Sloof – Memulai cara memasang besi begel yang tepat dan efektif membutuhkan langkah-langkah yang teliti, seperti perencanaan awal penggunaan besi beton, perhitungan detail jumlah kebutuhan besi begel, hingga pengaturan jarak antar besi begel agar hasilnya maksimal.
Besi begel ini adalah salah satu material penting dalam konstruksi bangunan, karena berfungsi sebagai penahan beban geser pada struktur tulangan besi beton, yang secara langsung membantu menjaga kestabilan dan kekuatan struktur bangunan.
Beban geser ini terjadi baik pada bagian struktur melintang maupun vertikal. Misalnya, struktur melintang terdapat pada balok rumah, sementara struktur vertikal dapat ditemukan pada kolom atau tiang. Keduanya, baik melintang maupun vertikal, akan menerima beban geser yang dihasilkan oleh tekanan atau beban dari berbagai arah, sehingga membutuhkan perkuatan ekstra dari besi begel yang terpasang dengan benar.
Memasang besi begel dengan teknik yang tepat dan cepat harus diawali dengan perencanaan matang. Mulai dari menentukan jenis besi beton yang akan digunakan, menghitung kebutuhan ukuran besi begel yang tepat untuk sloof, hingga mengatur jarak antar besi begel supaya konstruksi kokoh dan efisien.
Besi begel ini penting banget dalam struktur bangunan karena berfungsi sebagai penahan beban geser pada tulangan besi beton. Beban geser sendiri bisa terjadi di bagian struktur melintang seperti balok, atau struktur vertikal seperti kolom atau tiang. Begitu struktur ini menerima beban dari beton cor atau material lainnya, beban geser akan muncul, dan di sinilah besi begel berperan menjaga kestabilan bangunan.
Kalau struktur ini sampai mengalami pergeseran yang terlalu besar, kekuatan bangunan bisa menurun drastis. Resikonya pun mulai dari retak pada bagian tertentu hingga bangunan yang berpotensi roboh. Jadi, pastikan pemasangan besi begel dilakukan dengan baik agar beban tersebar merata.
Sebelum masuk ke cara pemasangan, penghitungan kebutuhan besi begel perlu kita lakukan dulu. Ini penting, karena saat kita tahu berapa banyak dan ukuran diameter besi yang tepat, maka pemasangan akan lebih mudah dan sesuai rencana. Ukuran diameter ini juga menentukan tingkat kesulitan pemasangan, terutama karena besi begel berbentuk segi empat yang perlu dibengkokkan sesuai struktur.
Besi ini bisa dibengkokkan secara manual atau pakai alat khusus. Semakin besar diameter besi, semakin sulit pembengkokannya, jadi alat bantu kadang diperlukan untuk membuat prosesnya lebih efisien.
Cara Menghitung Kebutuhan Besi Begel

Untuk kamu yang sedang membangun rumah atau proyek bangunan lainnya, memahami ukuran besi begel untuk sloof dan cara pasangnya dengan benar adalah langkah penting. Sebelum menentukan kebutuhan besi begel, kita perlu mengetahui desain atau ukuran tulangan yang akan dipakai. Pada bangunan, tulangan ini biasanya dipakai untuk bagian seperti balok, kolom, atau sloof.
Nah, dari situ, jumlah besi begel yang dibutuhkan akan menyesuaikan desain dan ukuran tulangan yang sudah direncanakan. Meskipun cara menghitung kebutuhan besi begel ini bisa diaplikasikan pada ketiga jenis tulangan tersebut, tetap saja kita harus memperhatikan dimensi setiap bagian dengan teliti.
Misalnya, kamu bisa lihat contoh perhitungan berikut dengan spesifikasi seperti di bawah ini: tulangan pokok 4⌀10 dan besi begel ⌀ 8-200.
1. Besi tulangan pokok 4⌀10: artinya kamu memerlukan empat batang besi yang masing-masing berdiameter 10 mm sebagai tulangan pokoknya. Tulangan ini menjadi rangka utama dan memberi kekuatan struktural.
2. Besi begel ⌀ 8-200: artinya besi beton begel dengan diameter 8 mm akan dipasang di sepanjang tulangan dengan jarak antar begel 200 mm. Jarak ini memberi penguatan pada tulangan utama, memastikan sloof tetap kokoh dan stabil.
Perhitungan Kebutuhan Besi Begel
Kalau kamu punya kolom dengan bentuk persegi panjang berukuran 15 cm x 20 cm, ukuran besi begel yang kamu butuhkan adalah 10 cm x 15 cm. Kenapa begitu? Ini karena ukuran kolom perlu dikurangi dengan selimut beton yang biasanya sekitar 2,5 cm di setiap sisi. Jadi, dengan pengurangan ini, sisi bawah dan atas berkurang 5 cm, begitu juga sisi samping kanan dan kiri.
Selimut beton itu sendiri adalah lapisan pelindung yang menutup tulangan besi beton dari pengaruh cuaca dan kerusakan. Ketebalan selimut beton minimal 2,5 cm dari permukaan tulangan besi, jadi ukurannya memang harus disesuaikan untuk perlindungan maksimal.
Nah, sekarang gimana cara menghitung kebutuhan besi begel? Simak langkah-langkah berikut:
- Panjang satu besi begel: kita hitung dulu panjang total satu buah begel. Berdasarkan ukuran yang sudah kita tetapkan tadi, panjangnya jadi 0,1 m + 0,1 m + 0,15 m + 0,15 m + 0,05 m + 0,05 m, atau sama dengan 0,6 m.
- Jumlah begel per meter: Misalnya kamu gunakan jarak antar begel sekitar 200 mm (0,2 m), jadi kamu akan memerlukan 1 m/0,2 m = 5 buah begel untuk setiap meter sloof.
- Total panjang besi begel: Dari sini kita bisa hitung kebutuhan besi begel ⌀8-200. Kalau satu begel panjangnya 0,6 m dan kita butuh 5 buah, total panjang besi begel per meter sloof adalah 0,6 m x 5 = 3 m.
- Jumlah batang besi: Untuk total panjang besi begel yang 3 meter ini, kita bandingkan dengan panjang besi standar 12 meter. Maka, 3/12 = 0,25 batang.
Menghitung kebutuhan besi tulangan pokok
Menghitung kebutuhan besi tulangan pokok itu langkah penting banget setelah kamu tahu ukuran dan jumlah besi begel yang diperlukan. Jadi, setelah punya data besi begel, kita lanjut ke perhitungan besi untuk tulangan pokok.
Nah, caranya mirip kok dengan cara menghitung besi begel yang sudah kita bahas sebelumnya. Misalnya, untuk kolom dengan diameter tulangan pokok 10 mm dan membutuhkan 4 batang, langkah perhitungan dimulai dengan menghitung panjang total dari keempat batang ini.
Caranya gampang: tinggal hitung jumlah batang tulangan pokok dikali dengan panjang kolom. Kalau kolomnya punya panjang 3 meter, maka hasilnya adalah 4 batang x 3 meter = 12 meter. Karena panjang standar besi beton adalah 12 meter, berarti kamu cuma perlu 1 batang besi beton untuk setiap kolom dengan ukuran yang sama.
Cara Memasang Besi Begel
Untuk kamu yang lagi cari info soal Ukuran Besi Begel untuk Sloof & Cara Pasangnya yang Benar, yuk simak dulu!
Setidaknya ada lima tahap penting yang perlu kamu ikuti biar pemasangan besi begel ini benar-benar kokoh dan sesuai standar. Tahap pertama, yaitu penyiapan besi tulangan utama, diikuti dengan penyiapan besi begel, perakitan besi begel, pengaturan jarak antar begel, dan terakhir, pengikatan besi begel biar semua aman dan stabil.
Biar makin jelas, berikut ini panduan cara pasang besi begel dengan lebih detail:
1. Penyiapan Besi Tulangan Utama
Saat memilih diameter besi tulangan utama, pastikan menyesuaikannya dengan tinggi bangunan—umumnya menggunakan ukuran minimal 12 mm. Besi beton berulir lebih disarankan karena memiliki daya cengkram lebih kuat saat dicor bersama beton. Sebelum dipasang, pastikan besi dalam kondisi bersih, bebas karat, dan tidak ada cacat yang bisa memengaruhi kekuatannya.
2. Penyiapan Besi Begel
Besi begel biasanya dicetak dengan bentuk segi empat menggunakan alat penekuk khusus, dan bisa memakai besi berdiameter 6 hingga 13 mm. Kalau kamu tidak punya alatnya, lebih praktis membeli besi begel yang sudah jadi, karena ini bisa menghemat waktu serta menjamin hasil yang presisi.
3. Pemasangan Besi Begel
Untuk jenis besi begel yang terputus, potongan besi begel perlu diikat satu per satu ke besi tulangan utama memakai kawat bendrat. Sedangkan jika menggunakan model begel spiral, masukkan besi begel ke dalam tulangan utama, tarik hingga mencapai posisi yang diinginkan, dan ikat kuat dengan kawat bendrat agar tidak bergeser.
4. Pengaturan Jarak Antar Besi Begel
Jarak antar besi begel umumnya diatur pada kisaran 20 hingga 30 cm. Namun, untuk area bangunan dengan beban puntir tinggi—seperti sepertiga panjang tulangan utama—jarak ini sebaiknya diperketat menjadi sekitar 10 sampai 15 cm.
5. Pengikatan Besi Begel yang Kokoh
Agar hasilnya kokoh, semua jenis besi begel harus diikat erat pada besi tulangan utama sehingga tidak bergeser saat pengecoran. Gunakan kawat bendrat dan alat penjepit (gum) untuk hasil ikatan yang kuat dan rapi demi memperkuat struktur sloof.
Penutup
Pemasangan besi begel itu bener-bener penting banget, lho, dalam dunia konstruksi! Buat kamu yang mau bangun atau renovasi, kamu harus siap-siap dengan perencanaan yang matang. Proses pemasangannya harus mengikuti prosedur yang tepat supaya semua bisa berjalan dengan efisien dan efektif.
Besi begel ini berfungsi untuk menjaga agar bentuk dari tulangan pokok tetap stabil, jadi bisa banget menahan beban geser yang dihasilkan dari tekanan beton cor ready mix. Makanya, menghitung kebutuhan besi begel dan tulangan pokok sebelum mulai itu super penting!
Jangan lupa, ya, pastikan jarak antar besi begel tidak lebih dari 30 cm supaya semuanya tetap optimal. Dengan mengikuti langkah-langkah yang benar, pemasangan besi begel ini akan meningkatkan kekuatan dan ketahanan dari struktur bangunan yang kamu bangun. – Momoyo.id