Advertisement
iOS

Cara Cek iPhone Bekas, Wajib Cek Bagian Ini Biar Ga Ketipu!

Advertisement

Cara Cek iPhone Bekas – Pengen punya iPhone tapi budget terbatas? Beli iPhone bekas bisa jadi pilihan cerdas, guys! Harganya jauh lebih murah daripada yang baru, tapi jangan sampai salah pilih ya. Meski harga terjangkau, iPhone bekas bisa punya masalah tersembunyi yang bikin kamu rugi, apalagi biaya perbaikannya nggak murah.

Sebelum beli iPhone bekas, ada beberapa hal yang wajib kamu cek, seperti kondisi fisik, layar, dan baterainya. Jangan hanya lihat penampilan luar aja, tapi pastikan juga performa mesinnya masih oke. Kalau sampai salah pilih, bisa-bisa kamu malah keluarin biaya lebih banyak buat perbaikan.

Penasaran gimana cara cek iPhone bekas biar nggak ketipu? Tenang, kami punya tips mudah yang bisa kamu ikuti! Dengan cara cek yang tepat, kamu bisa dapetin iPhone bekas berkualitas tanpa harus khawatir soal masalah di kemudian hari. Yuk, lanjut baca buat tahu lebih lanjut!

1. Pastikan iPhone Nyala dengan Benar

Langkah pertama yang nggak boleh dilewatkan adalah memastikan iPhone bekas yang mau kamu beli bisa menyala dengan sempurna. Nggak usah khawatir, caranya simpel kok. Kamu bisa coba untuk matikan iPhone dulu, lalu nyalakan kembali dengan menekan tombol Power.

Lihat apakah iPhone bisa masuk ke layar home tanpa ada kendala. Kalau iPhone terhenti di logo Apple dan nggak bisa masuk ke layar home, berarti ada kemungkinan perangkat itu bermasalah, guys. Bisa jadi ada gangguan pada sistem atau hardware-nya, jadi pastikan untuk selalu cek hal ini supaya nggak salah beli.

Baca juga:  Cara Mengaktifkan Javascript di HP Android & iPhone

2. Pastikan Apple ID Sudah Kosong

Penting banget buat pastikan kalau iPhone bekas yang kamu beli nggak terkunci sama Apple ID pemilik sebelumnya. Kenapa? Karena setiap iPhone cuma bisa punya satu Apple ID, dan kalau Apple ID-nya masih terdaftar, kamu bakal kesulitan banget buat operasikan iPhone tersebut.

Nggak bisa unduh aplikasi, nggak bisa reset, dan yang paling penting, kamu bakal kesulitan ngatur ulang perangkat tersebut. Cek dengan buka menu “Pengaturan” dan lihat di bagian atas apakah ada informasi Apple ID yang masih terdaftar. Kalau ada, berarti iPhone ini belum siap buat dipakai.

3. Cek Bodi iPhone

Hal lain yang wajib kamu cek adalah kondisi bodi iPhone. Jangan cuma lihat dari luar aja, tapi pastikan juga cek di bagian bezel dan punggung ponsel.

Kalau ada lecet, retak, atau pecah, itu tandanya iPhone tersebut udah pernah kena benturan keras, yang bisa jadi mempengaruhi komponen di dalamnya. Kalo bisa, pastikan kondisi bodi nggak ada cacat yang mencolok biar nggak ada masalah di kemudian hari.

4. Periksa Fungsi Tombol iPhone

Tombol-tombol di iPhone itu ada banyak banget, guys. Mulai dari tombol volume, tombol silent, tombol Home (buat iPhone yang ada Touch ID), sampai tombol power. Pastikan semua tombol itu berfungsi dengan baik.

Cobalah tekan satu per satu, dan pastikan tombolnya responsif. Kalau ada tombol yang macet atau nggak berfungsi, itu bisa jadi tanda bahwa iPhone itu pernah rusak atau ada masalah di bagian hardware-nya.

5. Pastikan Semua Sensor iPhone Berfungsi dengan Baik

iPhone itu punya banyak sensor, lho! Ada sensor proximity, gyroscope, haptic, hingga sensor Face ID atau Touch ID. Nah, kamu bisa coba beberapa fitur yang memanfaatkan sensor-sensor ini. Misalnya, coba deh telepon dan deketkan iPhone ke telinga kamu, seharusnya layar bakal mati secara otomatis kalau sensor proximity-nya bekerja dengan baik.

Baca juga:  Cara Berbagi Ruang Penyimpanan iCloud dengan Keluarga

Pastikan semua sensor berjalan lancar ya, karena kalau ada yang nggak berfungsi, bisa jadi gangguan di penggunaan sehari-hari.

6. Cek Kesehatan dan Fungsi Baterai iPhone

Kesehatan baterai iPhone bekas juga nggak kalah penting. Baterai yang udah dipakai lama cenderung mengalami penurunan performa, jadi sebelum membeli, pastikan baterainya nggak dalam kondisi “Service”.

Kamu bisa cek status kesehatan baterai lewat menu “Pengaturan” > “Baterai”. Selain itu, pastikan juga baterai bisa di-charge dengan baik. Coba isi daya, lalu lihat apakah persentase baterai naik. Kalau nggak, bisa jadi baterainya rusak dan kamu harus segera ganti baterai.

7. Cek Fungsi Kamera iPhone

Buat yang suka foto-foto, cek juga kondisi kamera iPhone. Cobalah ambil beberapa gambar atau video, terus lihat hasilnya. Kalau ada noda atau bintik hitam di hasil foto, bisa jadi ada masalah pada lensa atau sensor kamera.

Kalau kamu suka banget mainkan kamera, pastikan semua lensa dan fungsi kamera bekerja dengan baik, supaya nggak kecewa saat beli.

8. Periksa Respon dan Kondisi Layar iPhone

Layar adalah salah satu bagian yang paling vital di iPhone, guys. Kalau layar nggak berfungsi dengan baik, nggak ada gunanya juga beli iPhone bekas. Jadi, pastikan kamu mengusap seluruh bagian layar, dari atas sampai bawah.

Kalau ada bagian layar yang nggak merespon sentuhan, itu tandanya layar tersebut bermasalah. Selain itu, cek juga apakah ada bercak atau bayangan aneh seperti warna putih, hitam, merah, biru, atau hijau. Itu bisa jadi tanda kalau layar iPhone udah rusak.

9. Periksa Fungsi Microphone dan Speaker iPhone

Fungsi audio di iPhone juga harus kamu cek, guys. Cobalah memutar musik atau video dan dengarkan suara yang keluar dari speaker. Pastikan suaranya jelas dan nggak pecah. Selain itu, coba juga buat rekam suara.

Baca juga:  Cara Pin Chat Wa Di Iphone untuk Sematkan Pesan

Kalau hasil rekaman suaranya nggak ada atau pecah-pecah, berarti microphone iPhone-nya bermasalah. Jangan sampai kamu beli iPhone bekas yang suaranya nggak berfungsi dengan baik, ya!

10. Pastikan Konektivitas iPhone Berjalan dengan Baik

iPhone itu punya banyak fitur konektivitas seperti Bluetooth, WiFi, dan jaringan seluler. Pastikan semua fitur ini berfungsi dengan lancar sebelum kamu membeli.

Cobalah untuk menghubungkan iPhone ke WiFi dan coba transfer data lewat Bluetooth. Jangan lupa untuk cek juga kualitas sinyal seluler, supaya kamu nggak kesulitan nanti.

11. Jenis iPhone Bekas yang Beredar di Indonesia

Sebelum membeli, penting juga untuk paham jenis-jenis iPhone bekas yang beredar di Indonesia. Ada tiga jenis, yaitu iPhone resmi, iPhone BM (black market), dan iPhone HDC (tiruan).

iPhone resmi adalah yang didistribusikan oleh Apple secara sah, sementara iPhone BM berasal dari luar negeri dan dijual tanpa mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Sedangkan iPhone HDC itu palsu, jadi harus ekstra hati-hati, guys!

Yang paling aman buat dibeli adalah iPhone resmi. Biasanya disebut eks garansi iBox atau iPhone eks garansi resmi. Selain itu, iPhone resmi nggak bakal terkena pemblokiran jaringan, jadi kamu nggak perlu khawatir soal kompatibilitas jaringan.

12. Membeli iPhone Bekas di Toko vs Perorangan

Terakhir, pastikan kamu beli iPhone bekas di tempat yang terpercaya. Kalau beli di toko, biasanya kamu dapat garansi atau jaminan dari toko tersebut, jadi kalau ada kerusakan, toko yang bakal bertanggung jawab.

Sedangkan kalau beli dari perorangan, biasanya nggak ada garansi, jadi resikonya lebih tinggi. Pastikan juga kamu cek IMEI iPhone yang akan dibeli, supaya nggak salah beli dan terhindar dari iPhone BM atau HDC.

Penutup

Jadi, kalau kamu lagi hunting iPhone bekas, jangan sampai cuma tergiur harga murahnya aja, guys! Cek dulu semua bagian penting, dari fisik, layar, sampai baterainya. Jangan sampai kecewa gara-gara nggak teliti, karena kalau salah pilih, bisa-bisa kamu malah keluar duit lebih banyak buat perbaikan.

Nah, kalau kamu udah siap buat cek kondisi iPhone bekas, jangan lupa simak cara cek iPhone bekas yang bener. Dengan tips yang udah kita bahas, kamu bisa dapetin iPhone impian tanpa takut ketipu! Gimana, udah siap buat coba? Yuk, berbagi pengalaman atau cari tahu lebih banyak soal cara cek iPhone bekas biar makin paham! – Momoyo.id

momoyo

“Memiliki pengalaman dalam pengolahan konten di website dan media sosial di salah satu perusahaan startup selama 10 tahun. Dengan daya kreativitas dan keterampilan menulis yang baik, mampu menyusun artikel, iklan, poster, dan pengumuman yang menarik menggunakan keterampilan menulis sehingga dapat meningkatkan traffic ke situs web perusahaan.”